04/09/2017

Pertama Naik KRL-Commuterline

Langkah setelah di nyatakan diterima sebagai calon mahasiswa baru pascasarjana Institut Pertanian Bogor adalah verifikasi data, dimana pada langkah ini lah kita nantikan akan di cek dokumen-dokumen asli yang sebelumnya di upload melalui pedaftaran online http://pmbpasca.ipb.ac.id/.  

|| Baca juga : mendaftar di Institut Pertanian Bogor

Maka dari itu untuk pertama kalinya saya akan melakukan perjalanan ke Bogor guna melakukan verifikasi data. Karena posisi saya saat ini berada di Jakarta, jadi tidak terlalu jauh untuk melakukan perjalanan ini dengan menggunakan KRL-Commuterline Jabodetabek.

Karena itu lah saya akan menceritakan perjalanan Jakarta-Bogor dengan KRL, ya mungkin ini bukan hal yang spesial buat yang sudah tiap hari berlalu-lalang pulang-pergi dengan Commuterline ini. Tetapi tidak sedikit juga lho yang lama di Jakarta dan sekitarnya pun yang baru kali pertama menggunakan fasilitas ini, terbukti saat saya tanya salah satu penumpang jawabannya "maaf mas, saya juga baru pertama ini (naik KRL)".



Sebenarnya sangat mudah menggunakan kereta untuk Jabodetabek ini, karena selain petunjuk-petunjuk yang terdapat di sekitar stasiun yang tersedia juga ada petugas yang bersedia memberikan petunjuk arah.

Stasiun terdekat dengan posisi saya saat ini adalah stasiun buaran, jadi untuk menuju stasiun akhir Bogor saya naik dari st.buaran dan harus transit di stasiun manggarai untuk selanjutnya perjalanan ke Bogor.

Perhatikan gambar Peta Rute KRL Jabodetabek di atas, dimana pada peta tergambar enam rute perjalanan pp (pulang-pergi) dengan warna berbeda. Merah menunjukan arah Bogor/Depok-Manggarai-Jakarta Kota, orange menunjukan arah Bogor/Depok-Tanah Abang-Pasar Senen-Jatinegara, biru menunjukan arah Bekasi-Jatinegara-Manggarai-Jakarta Kota, hijau menunjukan arah Maja/Parung Panjang/Serpong-Tanah Abang, coklat menunjukan arah Tangerang-Duri, pink menunjukan arah Tanjung Priok-Jakarta Kota.

|| Baca juga : Alasan memilih pesantren dari pada kos

Jadi sebelum memulai  perjalanan anda (bagi yang belum pernah) perhatikan rute yang ada dan perhatikan juga tempat transit mana yang kita pilih. Seperti contoh, tujuan akhir saya adalah stasiun Bogor, dimana rute untuk stasiun Bogor terdapat pada warna merah dan orange sedangkan saya akan mengawali dari stasiun buaran (berwarna biru), jadi untuk dapat melanjutkan ke stasiun Bogor saya harus transit di st.Jatinegara  atau st.Manggarai untuk lanjut sampai Bogor dengan rute warna orange.

Untuk tiket sendiri relatif murah, dari Jakarta Timur st.Buara sampei ke st.Bogor hanya di kenakan biaya 6.000 saja, tapi ada biaya jaminan 10.000. Jangan khawatir biaya jaminan bisa kita ambil lagi sesampainya kita di stasuin tujuan.

Kereta KRL ini akan selalu ada di setiap 15 menit atau bahkan kurang, jadi bila nantinya kita tertinggal oleh kereta tidak usah takut nunggu lama untuk kereta selanjutnya. Tiap kereta memliki jumlah gerbong bervariasi dengan gerbong pertama dan akhir di khusus kan untuk perempuan, dan sisa nya campuran. Tiap gerbon juga ada bangku prioritas yang di peruntukan untuk ibu hamil, lansia dan penyandang disabilitas. 

Cukup lah cerita singkatnya, semoga aja bermanfaat terutama untuk yang belum pernah naik KRL-Commuterline.

Bagikan

Jangan lewatkan

Pertama Naik KRL-Commuterline
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

2 komentar

Tulis komentar
avatar
11 September 2017 at 02:43

sayangnya kereta tiap 15 menit itu hanya ada dalam kamus tujuan arah depok/bogor. Kalau naik dari rute Bekasi mah siap sedia gangguan atau menunggu antrian. Haha..

#curhatanAnker

Reply
avatar
12 September 2017 at 06:15

owh begitu yaa?, hehehe
maklum baru ngerasain cuma 1 arah jakarta-bogor.
tapi makasih lho sebelumnya, saya jadi tau kalo gitu.

Reply