06/05/2018

Tutorial Export Project Construct 2 menjadi APK

http://www.waskhas.com/2018/05/tutorial-export-project-construct-2.html

Kali ini saya akan membahas bagaimana cara kita meng-export project constuct 2 menjadi apk dengan menggunakan Cocoon.io.

Cara nya cukup simple.

  1. Masuk ke website nya Cocoon.io
  2. Kemudian login
  3. Upload file zip yang berisikan project Construct 2 anda.
  4. Setting pada Cocoon.io
  5. Compile file apabila sudah tersetting dengan benar.
  6. Donwload file yang sudah di compile


Selesai 

Agar lebih jelas perhatikan video dibawah ini :




Baca selengkapnya

The Puzzle Number | Construct 2


The Puzzle Number adalah game puzzle klasik yang sudah tidak asing lagi, dimana player akan di ajak untuk mengurutkan angka 1 sampai dengan 15, player cukup untuk menekan angka yang ingin di pindah kan ke kotak yang kosong.

Game sederhana ini cukup asik untuk dimainkan di waktu senggang, selain sudah familiar game ini tidak akan bosan untuk dimain kan.

Bisa di download di playtore atau bisa klik disini 

Baca juga game lain : Pahlawan ku , Tawon Jump
The Puzzle Number

Menu Utama

Gameplay



Baca selengkapnya

01/05/2018

Game : Pahlawan ku

http://www.waskhas.com/2018/05/game-pahlawan-ku.html

Game "Pahlawan ku" adalah game sederhana dengan menampilkan gambar-gambar pahlawan Indonesia. Untuk versi 1.0.0 ini "Pahlawan ku" terbagi menjadi tiga level yaitu easy, normal dan hard.

Tidak berbeda dengan game biasa seperti Alfabert Memory, Fruit Memory dan lain nya. Dimana kita hanya akan mengingat gambar yang telah kita pilih, kemudian di cocokan dengan gambar yang sama di kotak yang lain.

|| Baca juga : Tawon Jump

Harapan kecil saya, semoga dengan game ini teman-teman terutama anak-anak di usia yang cukup muda agar dapat melihat atau menghafal nama-nama tokoh / pahlawan yang telah berperan besar atas kemerdekaan Republik Indonesia ini.

Mungkin game ini tidak begitu sempurna, namun untuk versi-versi selanjutnya akan kami kembangkan lagi agar menjadi jauh lebih baik. 

Untuk download : Klik di SINI

Mohon kritik dan saran nya,.... 

http://www.waskhas.com/2018/05/game-pahlawan-ku.html


http://www.waskhas.com/2018/05/game-pahlawan-ku.html

Baca selengkapnya

27/04/2018

10 Rangking Web Perguruan Tinggi Indonesia

Rangking Web of Universities merupakan situs yang merangkum rangking atau peringkat Universitas di seluruh dunia berdasarkan jumlah pengunjung terbanyak pada situs resmi Universitas. Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah perguruan tinggi yang cukup banyak, mengingat Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi pendudukan nya yang besar.

Berbeda dengan tahun lalu dimana pada tahun 2017, Universitas Gadja Mada (UGM) menempati urutan pertama di Indonesia sedangkan Universitas Indonesia (UI) berada persis dibawahnya. Untuk tahun ini (2018) UI menduduki urutan 888 ranking dunia, sedangkan UGM berada diurutan 924 dunia. Artinya tahun ini UI berada di atas UGM, sedangkan urutan 3 dan 4 masih sama dengan tahun lalu yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) diurutan 3 dan Institut Pertanian Bogor (IPB) diurutan 4.

|| Data tahun 2017 ( Klik )

Untuk Universitas Brawijaya menurun dari tahun lalu dengan urutan dunia 1333 menjadi 2647 dunia, artinya Universitas Brawijaya di Indonesia menempati uturan 9 dibawah Universitas Syiah Kuala (5), Universitas Padjadjaran Bandung (6), Universitas Hasanuddin (7) dan Universitas Riau (8)

Berikut 10 rangking website perguruan tinggi di Indonesia 

  1. Universitas Indonesia
  2. Universitas Gadja Mada
  3. Institut Teknologi Bandung
  4. Institut Pertanian Bogor
  5. Universitas Syiah Kuala
  6. Universitas Padjadjaran
  7. Universitas Hasanuddin
  8. Universitas Riau
  9. Universitas Brawijaya
  10. Universitas Diponogoro


http://www.waskhas.com/2018/04/10-rangking-web-perguruan-tinggi.html
Data di ambil 28-4-2018 
* data sewaktu-waktu dapat berubah.

Baca selengkapnya

23/04/2018

Beberapa Negara yang Menerapkan e-Voting ( 2 )

Brazil

Brazil memulai dengan e-voting pada tahun 2000, dimana secara negeri samba ini mengimplementasikan nya  di seluruh wilayah negaranya. Brazil sendiri mengenalkan e-voting sejak tahun 1996 pada saat pemilu lokal saja dikota Santa Cataria. Kemudia setelah itu diperkenalkan pada pemilu nasional paa tahun 1998, kemudian berlanjut pada tahun 2000, 2002, 2004 dan seterusnya. Latarbelakang Brazil berani menggunakan teknologi voting antara lain aspek pertumbuhan ekonomi dan aspek pencegahan tindak kecurangan hasil pemilu.

Mesin  e-voting yang digunakan di Brazil merupakan sebuah mikro komputer yang didesain khusus untuk kepentingan pemilu. Secara fisik mesin ini tergolong kuat, berukuran kecil, ringan, tidak bergantung pada suplay listrik karena menggunakan baterai dan memiliki pengaman. Mesin ini memiliki dua bagian/unit, pertama pada panel kontrol yang dioperasikan oleh petugas TPS dan bagian yang kedua adalah panel pemungutan suara untuk para pemilih. 


Panel kontrol yang ada pada petugas TPS memiliki keypad yang terdiri angka-angka dimana keypad ini petugas mencatat nomor pendaftaran pemilih. Selain itu, terdapat juga layar untuk menampilkan nama pemilih ketika nomor pemilih telah diinput. Panel ini juga memiliki fitur identifikasi pemilih dengan teknologi biometric.

Direct Recording Voting Machine

Amerika 

Pada Pemilu tahun 2008 58% pemilih menggunakan surat suara dengan teknologi scan optik, yaitu sama dengan e-voting pada negara Philipina dengan memberikan tanda surat suara, 30% pemilih menggunakan mesin e-Voting dan 11% menggunakan bentuk teknologi lain. Pada pemilu 2012 terdapat 3 jenis utama teknologi dalam pemberian hak suara yaitu; menggunakan kertas suara yang dihitung dengan elektronik, surat suara elektronik dan alat elektronik pemberi tanda pada surat suara. 

Untuk pemilih yang menggunakan surat suara, pemilih menghitamkan tanda kotak/oval yang berada disebelah kiri nama kandidat dengan pensil atau ballpoint yang disediakan. Kemudian surat suara tersebut akan di scan denagn mesin scanner. Untuk pemilih yang menggunakan surat suara elektronik dilayani dengan mesin e-voting yang berbasis DRE (Direct Recording Electronic) yaitu mesin e-voting yang menggunakan layar sentuh. DRE diaktifkan dengan cara memasukan kartu pemilih yang sudah dimiliki pemilih atau dengan memasukan kode/nomoryang pemilih masukan.

Data yang diberikan oleh Internasional IDEA pada tahun 2011 menyebutkan bahwa penggunakan mesin e-voting dinegara bagian cenderung menurun, sedangkan data sebaliknya voting manual dengan menggunakan kertas pada negara bagian Amerika ini semakin meningkat. Pada tahun 2010 di dapatkan data bahwa 40 negara bagian telah bergerak dengan menggunakan kertas kembali.

|| Baca juga : Pengertian e-voting

DRE di Amerika

Australia

Untuk skala Pemilu nasional di Australia tidak pernah menggunakan e-voting, tetapi pada tahun 2006, 20010 dan 2012 negara bagian Victoria dan Canberra pernah uji coba menggunakan mesin voting. Alasan utama tidak di gunakannya e-voting di Australia adalah laporan komite yang menyatakan bahwa akan sangat besar biaya yang dikeluarkan untuk memastikan pemungutan suara berlangsung secara aman dan transparan untuk diterapkan secara meluas disetiap TPS. 

Maski tidak diimplemantasikan secara luas, negara bagian Victoria dan Australia Capital Territory (ACT) menerapkan teknologi untuk menghitung suara dan mengarsip surat suara. Negara tersebut menggunakan proses scanning, dimana kertas suara pemilih akan di scan dengan Intelegent Character Recognition Software.

Jerman

Jerman untuk pertama kali mempekenalkan e-voting pada tahun 1998 di Kota Collogne. Setelah dianggap berhasil pada tahun 1999 menggunaan e-voting dilakukan secara menyeluruh, hingga lebih banyak lagi kota-kota lain yang juga ikut menggunakan e-voting saat pemilihan umum. Pada tahun 2002, sebanyak 29 kota sudah menggunakan e-voting dalam pemilihan kandidat anggota DPR (Bundestag). Mesin yang digunakan adalah mesih layar sentuh yang di produksi oleh perusahaan Belanda, Nedap.

Kurang lebih 2 juta pemilih di Jerman menggunakan e-voting pada pemilu nasional tahun 2005. Pendapat masyarakat yang memilih terbilang baik tentang pelaksanaan voting dengan mesin, mereka berpendapat bahwa dengan e-voting mudah digunakan oleh pemilih atau oleh penyelenggara pemilu di TPS. 

Baca selengkapnya

22/04/2018

Beberapa Negara yang Menerapkan e-Voting ( 1 )

Berikut ini adalah negara-negara yang sudah menerapkan e-voting :

India

India sudah mengenalkan e-voting sejak tahun 1990 dengan melakukan cara uji coba pada pemilihan umum lokal di beberapa negara bagian. E-voting secara resmi dilakukan pada tahun 1998 untuk pemilihan anggota DPR di negara bagian Kerala. Secara Nasional India mulai menggunanya pada pemilihan umum tahun 2004. Sejak saat itu e-voting terus digunakan untuk pemilu tahun-tahun berikutnya secara konsisten. 

Teknologi yang digunakan India untuk e-voting yaitu dengan Electronic Voting Machine (EVM), dimana teknologi ini merupakan seperangkat mesin komputer yang sederhana yang merekam  pilihan pemilih tanpa menggunakan kertas suara. EVM ini ditempatkan disetiap  TPS, sampai saat tulisan ini dimuat EVM yang digunakan merupakan gerasi ketiga. Pada generasi ketiga ini menggunakan alat bukti kertas untuk setiap pemilih ketika mereka sudah memilih sebagai tanda bahwa sudah menggunakan hak pilihnya (VVPAT - the Voter Verified Paper Trail Audit).

|| Baca Juga : Pengertian e-Voting

Teknologi e-voting EVM memiliki dua bagian yang sudah terhubung satu sama lain, pada bagian pertama adalah unit kontrol yang akan digunakan oleh petugas pelaksana pemilihan. Sedangkan bagian yang lain adalah unit pemungutan suara yang digunakan oleh para pemilih untuk memilih pilihannya di bilik suara, nanti pemilih akan menekan tombol yang telah tertera nama kandidat dan logo partai politik.

http://www.waskhas.com/2018/04/negara-menerapkan-e-voting.html
EVM 

Kelemahan dari EVM ini adalah memiliki keterbatasan dalam merekam jumlah kandidat yang di tampilkan pada layar balloting unit atau layar yang diperuntukan untuk pemilih. Jadi jika suatu daerah pemilihan terdapat calon yang melebihi batas kemampuan rekam EVM, maka harus menggunakan 2 perangkat mesin EVM untuk dalam memenuhi calon yang ada di setiap bilik suara. 

Setelah pemungutan suara selesai, maka petugas akan membawa mesin tersebut di tempat perhitungan suara. Mesin EVM akan secara otomatis menghitung suara yang di peroleh kandidat masing-masing. Hasil dari perolehan perhitungan suara akan dapat di ketahui biasanya tiga sampai empat hari.

Belanda

Belanda memulai pemanfaatan teknologi dalam proses pemungutan suara dan perhitungan suara pada tahun 1950 an, kemudian pada tahun 1956 pemerintah Belanda mengeluarkan semacam undang-undang (The Electronic Act yaitu semacam peraturan perundang-undangan  yang memberi peluang untuk diperbolehkan nya mesin elektronik dalam pemilihan umum, untuk undang-undang yang mengatur secara khusus tentang pemilu adalah The Dutch Election Act.

|| Baca juga : Inisiatif Negara Eropa Mengatasi Digital Divide

Dengan banyak nya proses yang dihadapi akhir nya Belanda mengadakan pemilihan dengan menggunakan elektronik pada bulan Maret 2006, pemilihan itu terlaksana pada pemilihan anggota DPRD tingkat kota. Pemilihan tahun itu menggunakan dua mesin, yaitu Nedap dan Sdu. Mesin pemilihan milik Nedap menggunakan semacam komputer/laptop yang terdapat layar dan keyboard. Sedangkan mesin Sdu lebih kecil dari Nedap dan menggunakan layar sentuh, bukan tombol seperti pada Nedap.

http://www.waskhas.com/2018/04/negara-menerapkan-e-voting.html
Nedap ES3b Voting Computer
Proses perhitungan suara di TPS dilakukan secara otomatis oleh mesin dari kedua mesin Nedap dan Sdu. Setelah pengumutan selesai hasil pemungutan suara dikirim ke municipality dengan menggunakan jaringan internet. Tabulasi perhitungan suara dilakukan secara otomatis oleh mesin tersendiri.

|| Baca juga : Beberapa Negara yang menerapkan e-voting (2)

Philipina

Untuk pertama kalinya Philipina menggunakan IT dalam penerapan pemilihan dan perhitungan suara pada pemilu tahun 2010. KPU Philipina (COMELEC) memilih PCOS (sytem e-voting Philipina) untuk digunakan pada pemilu 2010. Sistem PCOS sendiri merupakan sistem perhitungan suara berdasarkan pada teknologi OMR (Optical Mark Recognation), setiap mesin dilengkapi dengan sebuah memory card dan iButton, sehingga hanya surat tertentu di TPS yang dapat discan. Surat suara yang sudah diberi tanda oleh pemilih dimasukan dalam mesin untuk discan. Mesin PCOS ini membaca tanda yang telah di berikan oleh pemilih, kemudian mesin akan mencetak laporan suara yang masuk ketika pemilihan umum sudah selelai terlaksana lalu dikirimkan hasil akhir total perhitungan suara ke kantor tabulasi tingkat kota.

http://www.waskhas.com/2018/04/negara-menerapkan-e-voting.html
Mesin PCOS








Baca selengkapnya