20/04/2018

E-Voting



Apa Tujuan E-Voting ?

Dalam sistem demokrasi, kekuatan politik berasal dari pemungutan suara rakyat. Dimana dalam proses nya, pemungutan suara berfokus untuk menghasilkan keputusan yang kolektif. Sistem voting yang demokrasi memberikan wakil untuk di pilih atau keputusan yang nantinya akan diambil/ dipilih oleh pemilih dengan legitimasi, yang mana hasil dari voting diakui dan diterima sebagai hak oleh pemilih.

Ada persyaratan untuk sistem pengumutan suara  yang bertujuan untuk meningkatkan integritas mereka, berikut adalah persyaratan / kriteria yang tercantum dalam tabel dibawah ini:

Requirements for voting systems (Mercurio 2004)
Memenuhi persyaratan ini melibatkan trade-off  pertimbangan antara ekonomi dan demokrasi. Sebagai contoh sederhana adalah dimana dengan meningkatnya jumlah kantor pemilihan sebenarnya akan dapat mengingkatkan kenyamanan bagi pemilih, akan tetapi disisi lain akan banyak dana yang dikeluarkan untuk melakukan pemilihan umum.


Apa itu E-Voting ?

E-Voting itu sendiri dapat diklasifikasikan dengan media dan tempat yang digunakan dalam pemilihan, lihat tabel dibawah ini :

Classification of voting system (Krimmer 2008)


Para pendukung demokrasi yang setuju dengan e-voting sangat memuji peluang besar untuk memilih dan menyerukan lebih banyak lagi elemen demokrasi secara langsung dalam berpolitik dan menentukan kebijakan. Dimana langkah ini adalah langkah menuju demokrasi Push-Button (Buchstein 2001) yang mengharuskan semua isu politik diputuskan dengan pemungutan suara dari masyarakat luas bukan suara wakil terpilih.

Selain itu pemungutan suara secara online akan menumbuhkan spontanitas pemilih, yang pada akhirnya pemilihan secara online akan menjadi sarana yang lebih baik untuk demokrasi. Jika seseorang ketika hendak memilih harus menuju tempat pemilihan umum, dan itu menjadikannya sebagai kendala. Maka dengan e-voting bisa meminimalkan seseorang untuk tidak memilih (golput).

|| Baca Juga : The Digital Divide

Sedangkan disisi lain bagi mereka yang tidak bersependapat, memaparkan alasan lebih mendalam. Yaitu ketidaksetaraan atau Digital Divide mengenai akses terhadap ICT masih menjadi masalah. Jika akses internet tidak didistribusi secara tidak merata, maka kesenjangan digital dapat dengan jelas memperkuat ketidaksetaraan antara mereka yang berpartisipasi dengan mereka yang tidak berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan politik.

Masalah lain nya adalah perubahan budaya yang disebabkan oleh voting online, yang mana pemungutan suara tradisional bisa dikatakan sebagai pesta rakya dimana yang bisa juga dikatakan sebagai kesetaraan status sosial. Bagaimana tidak, untuk sesaat warga menikmati kedudukan yang sama tanpa memandang situasi sosial mereka, warna kulit, keyakinan atau pendidikan. Mereka akan berbondong-bondong dengan waktu yang relatif sama menuju tempat yang di tentukan untuk memilih calon pemilihan mereka masing-masing dan dapat bersama-sama menghitung suara sampai selesai.

Jadi untuk e-voting masih terdapat pro dan kontra, apakah lebih baik pemungutan online atau masih dengan pemungutan tradisional. Terlepas dari pendapat masing-masing yang mengatakan pro dan kontra, e-voting semakin meningkat dalam praktiknya. E-voting sudah digunakan oleh negara-negara maju dimana mereka telah membuktikan bahwa dengan pelaksanaan secara online pemungutan suara lebih memiliki manfaat yang banyak dari pada pemungutan dengan menggunakan kertas.

Bagikan

Jangan lewatkan

E-Voting
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.