14/03/2015

Islam (Bukan) Negara Perang

Dalam Islam menjadikan hamba sahaya tidak berlaku mutlak dari segala sisinya. Perbudakan hanya pemanfaatan tenaga sang budak. Keberadaan budak dalam Islam tidak pernah hilang  (dihapus), karena ini merupakan solusi yang ditawarkan Islam ketika terjadi peperangan.

Walaupun hukum tentang perbudakan tetap ada, tetapi status budak dalam Islam sudah tidak ada karena tidak adanya perang. Secara tidak langsung perbudakan itu lenyap dari ranah Islam.

Didunia barat perbudakan hilang tetapi dalam tataran yang ada tetap ada diskriminasi ras. Padahal jauh sebelum Barat menghapus perbudakan, Nabi Saw. telah memulai dahulu dengan pengangkatan bilal sebagai pemimpin. Perbudakan hanta terjadi dalam ranah undang-undang peperangan semata. Peperangan motif (al-din) yang hanya bisa memberlakukan hal ini bukan pepeeangan yang motifnya kebangsaan. Bukti lain Islam menghapus perbudakan adalah ketika Sayidina Umar merebut Persi, beliau mendapatkan tiga wanita tokoh persi. Beliau sangat memuliakannya dan ketika itu tiga wanita ini dimerdekakan. Beliau menikahkan mereka dengan keturunannya, dan keturunan Sayidina Ali Ra.

http://www.waskhas.com/2015/03/islam-bukan-negara-perang.html


Fakta sejarah bahwa Islam dituduh suka berperang padahal dunia Islam selalu terjajah. Indonesia misalnya dijajah 350 tahun oleh belanda. Ketika ingin bangkit dituduh suka berperang, ini sangat ironis sekali. Tidak ada satu negara dengan penduduk Islam terbesar menjajah bangsa lain bahkan sebaliknya dunia Islam yang terjajah.

Ekspedisi Rosulullah Saw. Mengirim beberapa orang untuk mencegat rombongan dagang karena dilatarbelakangi rencana mereka yang ingin memboikot perekonomian madinah dan pengembalian hak kaum muhajirin yang telah mereka rampas dimekkah. Islam diklaim sebagai agama kejam padahal dalam kenyataan, dunia barat memperluas daerah jajahan dengan menancapkan statusnya dinegara lain dengan slogan mereka GOLD (pencarian kekayaan), GLORY (perluasan daerah kekuasaan) dan GOSPEL (penyebaran agama kristen). Tidak ada satu negeri yang mengecamnya padahal sudah melebihi batas kewajaran secara hak-hak asasi manusia

Ketika menafsiri ayat perang seyogyanya kita bandingkan dahulu dengan beberapa keterangan yang lain yang bersumber pada Al-qur'an dan Hadits sehingga tidak didapatkan pemahaman yang parsial yang lebih memojokkan Islam. Contoh saja tidaklah mesti ditafsiri dengan pedang, bisa juga dengan pedang kebenaran. Ayat dalam Al-qur'an yang menjelaskan tentang peperangan lebih sedikit dibandingkan dengan ayat yang menerangkan tentang toleransi. Ini sebagai bukti bahwa Islam lebih mencintai kerukunan dari pada peperangan.

Dalam Islam penindakan kepada sesuatu kemungkaran tidaklah boleh dilakukan secara semena-mena tetapi harus melalui prosedur yang telah ditetapkan syari'at.

|| Baca juga : alasan memilih pesantren dari pada kos

Ini diartikan bahwa kemungkaran diberantas haruslah sesuai dengan undang-undang  yang berlaku di setiap negara. Contoh saja di Indonesia maka yang berkewajiban menghentikan adalah aparat penegak hukum, bukan setiap peibadi yang memiliki tangan (kekuasaan) berhak menindaknya.

Salah satu sisi Islam lebih toleran tergambar dalam perjanjian Hudaibiyyah, walaupun perjanjian tersebut banyak menyudutkan dan merugikan Islam, maka Nabi Saw. Menerima dengan lapang dada. Sebelum Nabi Saw. datang ke madinah, Madinah merupakan tempat perekonomian strategis, yaitu perlintasan jalur sutra Cina, sehingga perekonomiannya sudah mapan. Kaum orientalis yang menyebutkan madinah didirikan oleh Rasulullah Saw. dari hasil jarahan adalah sesuatu yang tidak berdasar. Tidak mungkin perekomian yang sudah mapan, kemudian menjarah harta milik orang lain. Nabi Saw. dimadinah tidaklah mendirikan negara Islam.

Merampas hak orang lain merupakan suatu kekejaman, tapi yang dilakukan kaum muslim adalah mengambil hak yang telah dirampas oleh kaum Quraisy diMekkah. Kalau dibandingkan kekejamam orang barat yang telah mengorbankan anak sendiri untuk disalib sebagai penebus dosa adalah suatu kejahatan yang sangat kejam sekali. Contoh lain adalah perang yang dilakukan bangsa Barat terhadap bangsa Asia dengam dasar penghapusan status quo suatu rezim, padahal hanya mencari ladang minyak untuk kebutuhan dalam negeri adalah suatu kekejaman dibalik kekuasaannya.

DiIndonesia, pernah terjadi perampasan yang dilakukan oleh umat Islam. Yaitu ketika merampas tiang yang akhirnya dijadikan saka masjid Demak dari Raja Grindra Wardana. Sebenarnya tiang itu adalah hak umat Islam (Raden Fatah). Jika umat Islam kejam dan suka berperang (membunuh) maka niscaya pada peristiwa Badr, umat Islam akan membunuh semua orang kafir, karena pada waktu itu umat muslim memdapat bantuan malaikat sebanyak 5000, tetapi dalam kenyataannya korban dari pihak kafir hanya 70 orang, sedangkam dari pihak muslim hanya 13-14 orang.

Wallahu 'A'lam

(Sumber: Secercah Tinta)

Bagikan

Jangan lewatkan

Islam (Bukan) Negara Perang
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

13 komentar

Tulis komentar
avatar
14 March 2015 at 23:59

thanks share gan..
sangat bermanfaat

Reply
avatar
15 March 2015 at 00:23

Setuju Islam bukan negara perang

Reply
avatar
15 March 2015 at 04:12

Yang bikin perang cuma oknum2 tertentu aja gan, miris T.T

Reply
avatar
15 March 2015 at 10:24

Trims gan atas kunjungannya

Reply
avatar
19 March 2015 at 20:58

saya setuju gan, hanya pihak-pihak tertentu yang menyalahgunakan kata islam untuk tujuannya sendiri

Reply
avatar
19 March 2015 at 23:27

bener banget tuh gan, banyak banget yang memandang islam agama teroris dan sebagainya, nice share

Reply
avatar
29 March 2015 at 02:22

makanya gan ane gak mau karena mereka kita yang jadi jelek,
semoga manfaat ya gan

Reply
avatar
17 January 2016 at 05:41

Mass hadee keren http://bit.ly/1J89bZh

Reply
avatar
18 October 2016 at 19:08

nambah informasi nih mas :)

Reply